BAKSOS HIMA TKN 2011
“Melangkah Bersama Menolong Sesama”
Baksos 2011 yang diselenggarakan oleh Hima TKN pada tanggal 10-11 Desember 2011 kemarin,alhamdulillah telah terlaksana dengan lancar dan sukses, telah berhasil menyedot perhatian warga sekitar di lokasi baksos Hima TKN dilaksanakan. Sasaran baksos kali ini yaitu warga di Dusun Srikoyo Desa Bleberan Kecamatan Playen, Gunung Kidul. Semua kalangan ikut terhanyut dalam acara Baksos yang diadakan beberapa hari lalu, dari mulai anak-anak kecil yang sangat antusias mengikuti berbagai macam perlombaan yang diadakan, kaum orang tua pun tak mau kalah antusias berebut sembako dan bazaar pakaian murah. Adalah suatu kebanggaan bagi kami keluarga besar Hima TKN 2011, yang telah dapat melaksanakan acara Baksos ini dengan lancar. Acara Baksos ini merupakan program kerja tahunan dari Divisi HUMAS (Eksteral Kampus) Hima TKN.
Hima TKN sendiri merupakan Himpunan Mahasiswa Teknokimia Nuklir STTN-BATAN yogyakarta, suatu himpunan yang menaungi mahasiswa/mahasiswi program studi Teknokimia Nuklir.
Baksos yang diselenggarakan oleh HIMA TKN 2011 ini yaitu bertemakan ‘Melangkah Bersama Menolong Sesama’ . Hal ini didasarkan pada tekad kebersamaan serta niat tulus untuk membantu dan menolong sesama. Tujuan dari diadakannya Baksos kali ini yaitu selain untuk melaksanakan program kerja tahunan dari divisi Humas HIMA TKN, Kami mengharapkan dengan diadakannya acara seperti ini dapat lebih mempererat tali persaudaraan baik bagi sesama panitia, juga bagi mahasiswa kampus STTN dengan masyarakat luar . Selain itu ,dapat pula dijadikan sebagai ajang promosi bagi kampus STTN, mensosialisasikan tentang sekolah nuklir satu-satunya yang ada di Indonesia yaitu yang terdapat di Yogyakarta ,dan sekaligus memberikan pengertian bahwa nuklir tidak selamanya berbahaya, justru sebaliknya dapat memberikan manfaat yang tidak sedikit yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Persiapan yang dilakukan oleh panitia pada penyelenggaraan Baksos kali ini tidak main-main, kekonsistenan benar-benar harus dipertahankan dari awal pembentukan kepanitiaan Baksos hingga akhir kepanitiaan. Pada awal rapat,panitia memfokuskan pada pencarian sasaran tempat atau lokasi daerah yang tepat untuk dijadikan tempat penyelenggaraan Baksos. Setelah beberapa kali dilakukan survey lapangan akhirnya panitia memutuskan menjadikan Dusun Srikoyo Desa Bleberan Kecamatan Playen, Gunung Kidul sebagai lokasi pelaksanaan Baksos tahun ini. Hal ini bukan tanpa alasan, panitia benar-benar memikirkan secara matang untuk pemilihan lokasi sasaran baksos tersebut, tentu saja sebelumnya panitia telah melakukan uji kelayakan , seperti taraf ekonomi / pendapatan dari warga sekitar yang minim, Sumber daya alam di lingkungan tersebut yang kurang di kelola dengan baik, dan beberapa alasan mendukung lainnya yang menjadikan desa tersebut layak dan tepat dijadikan sebagai tempat pelaksanaan Baksos. Setelah lokasi sasaran Baksos telah ditentukan kemudian panitia berfikir keras untuk dapat menenuhi target selanjutnya yaitu “penggalangan dana” .Panitia memutuskan untuk melakukan penggalangan dana dengan beberapa cara yaitu :pengadaan kotak amal di kampus, pengumpulan barang-barang bekas,pengumpulan baju-baju layak pakai, ngamen bareng, penjualan donat di kampus, Sumbangan keliling untuk Dosen dan Penggalangan dana di PTAPB, serta permintaan dana sponsor-sponsor pendukung. Panitia benar-benar dibuat kerepotan dengan hal ini ,khususnya Sie Danus dan Sie Baksos, karena memang penggalangan dana ini tidak mudah dan memerlukan waktu yang cukup lama. Tapi alhamdulillah berkat kerja keras dan kerja sama dari seluruh panitia, akhirnya panitia berhasil mengumpulkan dana yang tidak sedikit. Target awal dari penggalangan dana ini yaitu sebesar Rp. 3.000.000,- , dan Alhamduillah setelah diakumulasikan ternyata dana yang terkumpul di akhir penggalangan dana yaitu sekitar Rp. 3.500.000,- . Hal ini berati sudah melebihi target yang ingin dicapai oleh panitia.
Sie Acara sempat mencanangkan penyuluhan pertanian untuk penduduk sasaran Baksos, kemudian timbul ide kenapa kita tidak ikut menyumbangkan hasil karya dari produk BATAN, seperti bibit padi unggul,dsb. Karena alasan tersebut,dan karena dorongan kuat dari panitia yang merasa masih kurang cukup puas dengan dana yang sudah diperoleh, alhasil panitia mencoba untuk mengajukan proposal permohonan pemberian bibit padi unggul kepada PDIN Jakarta. Pada saat itu Ketua Panitia dan koor dari Sie acara yang langsung turun tangan mengantarkan proposal ke PDIN Jakarta. Namun sayangnya proposal masuk di PDIN Jakarta pada saat akan diadakan tutup buku. Pihak PDIN menerangkan bahwa bibit padi unggul yang tersisa tinggal bibit induknya saja, dan itupun harganya sangat mahal, bibit padi yang menengah kebawah ternyata sedang kehabisan stok karena memang sudah akan diadakan tutup buku, oleh karena itu pihak PDIN Jakarta belum bisa berkontribusi dengan memberikan bibit padi unggul. Namun Ketua panitia dan koor sie acara tidak pulang dengan tangan kosong, mereka membawa kabar gembira bahwa pihak PDIN Jakarta memberikan kesempatan untuk mengajukan surat permohonan penyaluran bibit unggul lagi dibulan januari, apabila keinginan panitia ini benar-benar terealisasi ,maka walaupun hari puncak acara Baksos telah dilaksanakan pada tanggal 10-11 Desember, panitia masih akan melanjutkan pemberian bibit unggul di Bulan Januari, ini masih dalam proses , dan semoga dilancarkan, amiin.
Dari dana yang diperoleh, sebagian besar dibelanjakan untuk membeli sembako dan peralatan-peralatan yang selanjutnya akan disumbangkan kepada warga desa Sri Koyo, dan sebagiannya lagi digunakan untuk kebutuhan dana masing-masing sie. Dana sisa akan diberikan kepada kepanitiaan Baksos tahun depan.
Acara puncak yang diselenggarakan beberapa hari lalu sangat sukses menyedot perhatian warga sekitar ,akibatnya peserta dari acara baksos membludak. Terutama pada saat perlombaan anak”.
Jadwal keberangkatan panitia dibagi menjadi 2 clother yaitu kurang lebih 75 % dari jumlah keseluruhan panitia berangkat pada hari ke-1 10 Desember 2011, dan 25% sisanya berangkat pada hari ke-2 11 Desember 2011.
Rentetan acara yang diselenggarakan pada 10-11 Desember kemarin yaitu antara lain :
Acara Puncak hari ke-1 ,10 Desember 2011, rangkaian acaranya yaitu sebagai berikut :
Rombongan panitia clother 1 tiba di Dusun Srikoyo Desa Bleberan Kecamatan Playen, Gunung Kidul, sekitar pk. 16.45 WIB. Pada malam harinya diadakan Acara keagamaan di masjid terdekat dengan mengundang warga dan pejabat-pejabat desa setempat, dilanjutkan dengan acara Penyuluhan pertanian yang langsung di narasumberi oleh Pak Wijiono dari PTAPB Yogyakarta.
Keesokan harinya, sekitar pk. 07.30 panitia clother 2 tiba di lokasi Baksos.
Acara Puncak hari ke-2 ,11 Desember 2011, rangkaian acaranya yaitu sebagai berikut :
- Kerja Bakti
- Pembagian sembako
- Bazaar pakaian murah
- Lomba anak-anak
- Kunjungan ke tempat warga
Sebelumnya diadakan acara pemotongan pita oleh Puket 3 Bidang Kemahasiswaan Bapak Ir Surahman, yang menandakan dibukannya acara Baksos 2011 pada hari itu. Sebagian besar acara dilaksnakan di .. ,setelah acara kerja bakti selesai kemudian dilanjutkan dengan peresmian acara Baksos 2011, yang diawali dengan beberapa sambutan yaitu dari Ketua panitia dan Puket 3 Bidang Kemahasiswaan Bapak Ir Surahman selaku penanggung jawab penuh atas berlangsungnya acara Baksos ini. Berlanjut ke acara puncak yaitu Pembagian sembako, Bazaar pakaian murah, dan lomba anak-anak. Tidak lama selang diresmikannya acara Baksos, warga yang telah memiliki kupon sembako langsung membuat antrian , bahkan ada yang berebut untuk mendapatkan giliran pertama.
Setelah selesai dilakukan pembagian sembako, warga langsung menyerbu stand bazaar pakaian murah. Pada waktu yang bersamaan anak-anak yang telah duduk manis untuk mengikuti perlombaan mulai dibagi-bagi kelompok untuk masing-masing perlombaan. Lomba anak-anak meliputi : estafet karet, lomba mewarnai, dan lomba memindahkan kelereng menggunakan sendok. Disini terlihat sekali antusiasme dari peserta lomba. Mereka begitu bersemangat mengikuti semua lomba yang diadakan pada hari itu. Tidak disangka acara Baksos pada waktu itu dihadiri pula oleh aparat kepolisian dari polsek setempat, sehingga acara yang berlangsung pada hari itu, Alhamdulillah dapat terkendali dengan baik. Pada siang harinya diadakan kunjungan ke rumah salah satu warga pembuat tempe. Selesainya acara pada hari itu sekaligus menandakan selesainya acara Baksos yang diselenggarakan di Dusun Srikoyo Desa Bleberan Kecamatan Playen, Gunung Kidul.
Rencananya untuk Baksos tahun depan akan diselenggarakan di tempat yang sama .Harapan untuk Acara Baksos HIMA TKN kedepannya yaitu, semoga dapat lancar dan lebih sukses dari pelaksanaan Baksos 2011 ini.

_^^_

Mahasiswa adalah agent of change (agen perubahan). Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk selalu aktif dan bersuara. Namun pada kenyataannya, hanya segelintir mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus ataupun kelembagaan lainnya. APATIS : ‘tidak peduli’ (bahasa Inggris, “apathy” berasal dari kata Yunani “a-pathos”, harfiah : tanpa perasaan). Maka, orang yang [...]